3 Dampak Penggunaan Game Online Terhadap Lingkungan Sosial

3 Dampak Penggunaan Game Online Terhadap Lingkungan Sosial

 

Penggunaan game online, Perkembangan teknologi di berbagai bidang telah memberikan kemudahan bagi manusia untuk melakukan suatu pekerjaan. Ada banyak kemudahan yang diperoleh mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, komunikasi, dan sebagainya. hampir semua hal diatas dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan.  Misalnya penggunaan smartphone yang memungkinkan seseorang dapat melakukan banyak hal seperti bekerja, berkomunikasi, menikmati hiburan, dan sebagainya kini dalam satu genggaman.

Salah satu bidang yang mendapat pengaruh terbesar dari perkembangan ini ialah hiburan. Pada sisi tertentu hal ini sangat membantu namun di sisi lain ada hal-hal yang diabaikan yang sekiranya bertolak belakang dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Dalam konteks tertentu, ada nilai-nilai kehidupan yang diabaikan, karena orang terlalu fokus dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan teknologi.

1. Penggunaan Game Online Pada Tahun 2000

Sejak awal tahun 2000-an hingga saat ini. Perkembangan telekomunikasi mendapat perhatian yang cukup besar dari masyarakat. Di indonesia sendiri penggunaan handphone menjadi sebuah fenomena. Hampir semua kalangan masyarakat menggunaan handphone untuk keperluan komunikasi. Mulai dana pelajar sekolah dasar hingga orang tua menggunakan handphone. Generasi yang lahir pada tahun 2000 hingga sekarang adalah pihak yang paling merasakan pengaruh dari perkembangan ini.

Dalam perkembangannya, handphone mendapat pembaharuan-pembaharuan yang memungkinkan orang menggunakannya tidak terbatas sebagai sarana komunikasi tetapi juga sebagai sarana hiburan. Vitur-vitur tambahan dalam handphone seperti game, pemutar video, pemutar music, media untuk menulis menarik perhatian orang untuk menghabiskan waktu lebih lama dengan handphone. Berkaitan dengan penggunaan vitur-vitur tambahan pada handphone, vitur permainan kini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pengguna para handphone. Kaum muda, khususnya para pelajar menjadi pemeran utama dalam penggunaan vitur game pada handphone.

Hal ini semakin didukung ketika pandemi covid-19 yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan secara online. Tidak dapat disangkal bahwa hal ini mendorong para pelajar untuk memiliki handphone dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga akan menggunakan vitur game yang ditawarkan.

Generasi Milenial merupakan sebutan bagi generasi yang mendapatkan pengaruh dan terlibat langsung dengan perkembangan teknologi dalam berbagai bidang. Sayangnya hal ini justru disalah artikan oleh para pengguna sehingga banyak kepincangan-kepincangan sosial yang lahir pada generasi ini. Para kaum muda lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone mereka tanpa menghiraukan orang lain yang ada di sekitarnya. Sebuah keprihatinan yang mendalam ketika menyaksikan sekumpulan remaja yang sedang duduk bersama di sebuah kafe namum tidak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka. Setiap orang sibuk dengan handphone mereka masing-masing.

2. Penggunaan Game Online Pada Orang Dewasa

Berkaitan dengan fenomena di atas, ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni: Pertama, game online. dewasa ini, game online bukanlah sebuah hal yang baru bagi masyarakat. Game online merupakan game yang dimaikan dengan dukungan koneksi internet. Orang dapat memainkan game yang sama dengan orang lain di tempat yang berbeda.

Game ini dapat dimainkan melalui handphone maupun melalui komputer yang terkoneksi dengan internet. Kedua, mobile game merupakan game yang hanya dapat dimainakan pada handphone. Dengan bantuan data internet, seseorang dapat memainkan game online melalui handphone.

Sayangnya hal ini justru menyita banyak perhatian dari para penggunanya yang notabenenya adalah kaum muda. Hal ini menimbulkan efek ketergantungan dan banyak hal yang dikorbankan seperti: kesehatan, pendidikan, relasi sosial.

Berkaitan dengan pengaruh game online terhadap lingkungan sosial. penulis berpendapat bahwa penggunaan game online mengasingkan penggunanya dari lingkungan sosialnya. Kaum muda lebih banyak menghabiskan waktu sendirian di dalam kamar dan bergelut dengan handphone ataupun komputernya. Pengasingan diri ini juga secara tidak langsung mengkerdilkan mental kaum muda.

Mereka menjadi orang yang cenderung anti terhadap lingkungan sosial tempat mereka berada. Mereka cenderung membangun relasi yang eksklusif dengan orang-orang yang sehobi dengan mereka. Selain itu, kreatifitas mereka juga dikekang, kemampuan untuk mengeksplorasi hanya terbatas pada dimensi game yang sering mereka mainkan. Mereka sulit merambah ke tema-tema lain yang lebih luas. Pengetahuan seputar perkembangan negara, ilmu pengehatuan umum menjadi dangkal.

Sampai pada tahap ini, dapat disimpulkan bahwa kaum muda di indonesia belum siap menghadapi perkembangan teknologi. Mental yang siap terdapat pada pribadi-pribadi yang bisa secara bijaksana menentukan sikap saat dihadapkan dengan hal-hal di atas.

Terkait hal ini, perlu diperhatikan dengan baik bahwa kerja sama dari semua pihak khususnya keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan mental kaum muda. Orang tua harus memperhatikan perkembangan dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sejak dari rumah dan pihak sekolah memberikan pendalaman yang lebih lanjut melalu proses pendidikan di sekolah.

Kaum muda harus diarahkan untuk paham dengan baik dalam menentukan pilihan, hal-hal mana yang harus diutamankan dan hal-hal mana yang harus diabaikan. Kunci dari keberhasilan ini ialah komunikasi yang baik dan benar. Konsep komunikasi yang ideal ialah komunikasi yang objektif, langsung, dan berkesinambungan. Komunikasi yang memberikan kesadaran dan pemahaman yang baik dan benar akan mengarahkan kaum muda pada sikap yang bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi ini pada titik tertentu harus dipahami sebagai ujian bagi bangsa ini. Sikap yang tepat akan membawa bangsa ini ke arah yang baik.

Pengarahan yang tepat jelas akan membawa buah yang baik. Kegiatan-kegiatan positif yang melatih fisik dan mental perlu diasah. Dengan melibatkan kaum muda pada kegiatan-kegiatan bersama sangat membantu mereka. Misalnya, komunitas olahraga, seni, dan lain sebagainya. Kaum muda harus dilatih untuk menghargai hal-hal yang ada didepan mereka. Mereka harus dilatih untuk menyadari hakikat diri mereka sebagai seorang manusia yang berinteraksi dengan sesamanya. Ketika mereka sampai pada kesadaran itu, dengan sendirinya mereka akan tahu tata cara memperlakukan diri mereka dan sesama mereka.

Selain persiapan fisik dan mental, persiapan spiritual juga sangan diperlukan. Penananman nilai-nilai keagamaan ssejak dini sangat membantu mereka menilai segala sesuatu dengan objektif. Sebab nilai-nilai keagamaan pada dasarnya sejalan dengan nilai-nilai moral. Sosok kaum muda yang ideal di zaman ini ialah kaum muda dengan kepribadian penuh kesadaran, kreatif, berintelektual. penggunaan game online harus diperhatikan dengan baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version