Game Online dan Gangguan Mental

Penggunaan Game Online
Penggunaan Game Online dizaman sekarang

Game Online dan Gangguan Mental

Di era yang serba teknologi seperti ini, game online sangat terdengar tidak asing di telinga kita. Ya, game berbasis internet banyak digemari mulai dari kalangan remaja hingga dewasa. Game online bisa diakses dimana saja baik gadget, pc, atau lainnya, jenisnya pun bermacam-macam dan selalu berkembang. Visual yang menarik tidak heran membuat para remaja sangat terobsesi dengan permainan berbasis online ini. Banyak orang yang menjadikan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Kebiasaan ini sebenarnya tidak masalah apabila dilakukan dalam batasan wajar dan tidak mengganggu aktivitas maupun kesehatan. Namun, jika game online sudah menimbulkan kecanduan, hal inilah yang harus diwaspadai.

Kecanduan game online diartikan sebagai gangguan mental yang mendorong seseorang untuk bermain sampai berjam-jam lamanya tanpa mengurusi aktivitas lain. Mereka yang kecanduan mengalami perubahan perilaku dan cenderung lupa akan dunia nyata, karena kesehariannya bergantung pada game. Sebagian pecandu game online tidak bermasalah dengan gangguan yang dialaminya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan kejiwaan dari psikolog atau psikiater.

Menurut Depkes RI (2000) gangguan mental adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial. Dilihat dari pengertian di atas, game online tentu sangat berpengaruh terhadap mental para remaja. Dimana mereka yang bermain terus-menerus akan mengalami kecanduan dan gangguan fungsi otak. Kecanduan ini yang nantinya akan berdampak pada masalah psikologis lain seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Gangguan fungsi otak akibat pengaruh game online akan berdampak pada perubahan karakter dan perilaku remaja. Mereka cenderung susah berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Bahkan tak jarang berkata kasar akibat kekalahan dalam kebiasaan bermain game online. Kondisi ini terjadi karena adanya kerusakan pada otak yang berfungsi untuk pengendalian diri dan perilaku. World Health Organization (WHO) sejak 2018 telah menetapkan kecanduan game online sebagai salah satu bentuk gangguan mental yang disebut dengan istilah gaming disorder. Gaming disorder ini termasuk dalam kategori kecanduan non zat atau kecanduan perilaku, seperti hanya juga adiksi gawai, judi online, media sosial, porno, dan lain-lain. (fk.ui.ac.id/infosehat)

Menurut teori psikologi sosial, anak yang mengalami kecanduan game online mengalami manajemen waktu yang buruk. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game daripada bersosialisasi. Hal ini tentu saja memberikan pengaruh buruk terhadap mental remaja. Para remaja ini terancam tidak bisa menggapai mimpi dan cita-cita mereka, karena terhalang oleh pengaruh game online. Seharusnya remaja bisa menjadi penerus bangsa, namun jika kondisinya tetap seperti ini, maka Indonesia akan dipenuhi oleh remaja kasar yang tidak bisa bersosialisasi karena gangguan mental. Namun, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi gangguan mental tersebut. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecanduan game online adalah terapi kognitif perilaku atau cognitive behavioral therapy (CBT).

Dengan ini, para remaja sebagai generasi milenial diharapkan untuk lebih mengefisienkan waktu untuk bermain game online. Serta memperhatikan kesehatan daripada kesenangan sesaat. Peran orang tua juga sangat berpengaruh dalam memberikan wawasan dan pengawasan terhadap anaknya untuk tidak bermain mobile game secara berlebihan. Pemerintah Indonesia agaknya perlu untuk membuat kebijakan nasional dalam mengantisipasi dampak kecanduan game online dalam rangka melindungi kualitas SDM di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan