Game Online Bikin Bodoh, Iyakah?

game online

game online

Game Online Bikin Bodoh, Iyakah?

Di era milenial seperti ini, siapa yang sudah tidak tahu dengan permainan online atau game online? Sebuah permainan video yang ada pada telepon pintar atau handphone (HP).  Bahkan, permainan online sendiri sudah menjadi favorit tersendiri bagi berbagai kalangan. Dari mulai orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Mirisnya, banyak pecinta mobile game yang tidak tahu waktu saat bermain. Hingga telah banyak korban-korban kecanduan permainan online di penjuru dunia. Kenapa saya bilang begitu? Karena saya pun pernah merasakannya. Sudah beberapa tahun saya menggunakan kacamata. Saya kecanduan, hingga akhirnya saya yang repot sendiri. Teknologi membuat mereka lupa dan sibuk dengan dunianya sendiri. Mengurangi aktivitas dan merendahnya sifat sosialisi yang seharusnya tumbuh berkembang dalam jiwa anak. Seperti yang saya lihat, gawai dan permainan online seperti dewa-dewi yang dipuja-puja oleh mereka. Barang penting yang menurut beberapa orang lebih penting daripada ibadah. Lihat saja, saat azan berkumandang, beberapa orang lebih mementingkan bermain permainan online. Mata mereka melotot fokus menatap layar handphone dan jarang berkedip. Bahkan kefokusan mereka saat bermain, lebih jauh daripada kefokusan mereka saat belajar.

Beberapa hari lalu, saya sempat mengunjungi alun-alun Karanganyar. Memang banyak yang melakukan aktivitas seperti jogging dan lainnya. Tapi sebagiannya lagi, duduk-duduk di pinggir alun-alun, menatap layar handphone tanpa berkutik. Bahkan di sana, saya temukan juga orang-orang yang sedang makan jajanan sambil menatap gawai. Mereka sedang makan, tapi yang ditatap bukan makanannya, melainkan justru permainan online di HP mereka. Saat batrai handphone mereka habis, justru mereka berteriak kebingungan  mencari pengisi daya. Setiap waktu luang, mereka bermain handphone. Kenapa tidak cari hal yang lebih bermanfaat saja daripada bermain permainan online? Seperti misalnya, lebih mendekatkan diri dari Tuhan yang Maha Esa, belajar, atau lainnya. Justru menurut saya, bermain permainan online keseringan akan membuat seorang hamba jauh dari Tuhan-Nya.

Suatu hal, pasti memiliki sisi positif dan negatif, termasuk juga permainan online. Sisi positif dari permainan online misalnya mengenalkan perkembangan teknologi, belajar sportif, belajar bekerjasama dalam tim, juga sebagai sarana menghibur diri. Eitss, tapi permainan online juga memiliki banyak sisi negatif misalnya membuat kecanduan dan merusak perilaku anak bangsa. Apalagi setelah saya lihat, permainan online juga tidak semuanya bagus dan cocok dimainkan oleh anak-anak. Banyak permainan online yang gambar tokohnya berpakaian kurang sopan dan kata-katanya kasar. Saya terkadang kaget, ketika teman-teman saya membicarakan hal-hal yang tidak senonoh, bahkan hingga pornografi yang rupanya semua itu mereka dapatkan dari situs-situs internet hingga permainan online.  Astaghfirullah. Nah, kecanduan adalah salah satu hal negatif yang ditimbulkan oleh permainan online. Dimana ketika kita kecanduan, dapat menimbulkan beberapa masalah lain seperti mata rabun, lalai dan menimbulkan sifat malas, bahkan  bisa membuat bodoh. Betulkah itu? Nah, sekarang akan kita bahas.

Permainan online ternyata membuat perubahan pada beberapa bagian di otak, merubah fungsi dan struktur otak, juga merubah sifat dan perilaku pemainnya. Karena permainan online memengaruhi kefokusan dan cara berpikir. Dilansir dari Hellosehat.com, Penelitian menemukan bahwa video game meningkatkan ukuran dan kemampuan bagian otak yang bertanggung jawab atas visuospasial, yaitu kemampuan seseorang untuk menerjemahkan konsep visual (yang dilihat dari mata). Contohnya seperti membaca jarak, membedakan bentuk dan warna, hingga menempatkan suatu benda. Para pecandu permainan online juga mengalami perbesaran ukuran bagian otak hippampus kanan, yang menjadi tempat memori jangka panjang terbentuk di otak. Orang yang kecanduan permainan online, akan ada perubahan dalam sistem reward saraf yang merupakan salah satu bagian penting otak. Reward saraf ini lah yang mendorong perilaku kita pada sesuatu yang membuat kita bahagia seperti alkohol, makanan, hingga permainan online. Kecanduan permainan online bisa membuat gangguan mental seperti cepat marah, cemas, dan sedih bila internet terputus, kuota internet habis, atau baterai pada handphone habis saat sedang bermain, lho! Melansir dari website resmi Kemenkes.co.id, World Health Organization atau WHO resmi menetapkan Kecanduan game atau game disorder sebagai penyakit gangguan mental untuk yang pertama kalinya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menyatakan bahwa seseorang yang lebih memprioritaskan bermain game daripada melakukan kegiatan positif yang lain dikatakan behavioral disorder atau gangguan perilaku. Permainan online bukannya membuat bodoh, tapi berhasil membuat perubahan pada otak pemainnya. Selain itu, dapat menyebabkan gangguan mental seperti mudah marah dan cengeng. Ada beberapa cara agar kalian dapat menghindari kecanduan game, diantaranya:

Membatasi waktu bermain permainan online

Bila kalian bermain permainan online sebanyak tujuh jam/hari, kalian bisa mengubahnya menjadi satu jam/hari. Seperti yang dikatakan oleh dokter mata di RS. St Elizabeth, bahwa sebaiknya bermain gadget termasuk bermain game dan menonton televisi adalah 1 jam/hari. Tapi sebelumnya, agar kalian lebih terbiasa, bisa mengubah jam bermain sedikit demi sedikit selama seminggu pertama. Misalnya, kalau biasanya tujuh jam/hari, Senin pertama bisa enam jam/hari. Hari Selasa, lima jam/hari. Hari Rabu, lima jam/hari, dan seterusnya hingga hari Minggu 1 jam saja. Kemudian biasakan setiap harinya bermain permainan online 1 jam/hari atau lebih baik tidak usah bermain game. Selain itu, juga bisa membuat Challenge No Game 7 Days. Dalam seminggu, usahakan untuk tidak bermain permainan online. Gunakan handphone kalian selama tujuh hari itu untuk kebutuhan penting, misal tugas sekolah. Selanjutnya mungkin kalian akan lebih terbiasa tanpa handphone dan permainan online.

Cari Kegiatan Bermanfaat

Hobi kalian apa nih? Misalnya kalau hobi kalian menulis, kalian bisa menulis cerita, mengirimkannya ke majalah, penerbit, atau bahkan lomba menulis. Kalau dimuat dan diterima atau misalnya berhasil memenangkan lomba tersebut, kalian pasti akan mendapat honor berupa uang atau mendapatkan royalti dari penjualan tersebut. Waaah, dari hobi, bisa dapat uang kan? Sekarang, yuk kembangkan hobi kalian!

Jalan-Jalan, Refreshing, dan Tingkatkan Sosialisasi

Refreshing atau menyegarkan tubuh, merupakan hal yang amat penting walau sepele, lho! Tidak perlu jauh-jauh untuk jalan-jalan dan refreshing. Kalian bisa keliling kompleks sambil jogging atau bermain bersama teman-teman. Daripada bermain permainan online terus menerus, bukannya lebih seru bermain bersama teman-teman? Kalian bisa bermain permainan tradisional seperti kelereng, gobak sodor, dan lainnya. Jangan sampai gawai dan permainan online menggantikan posisi orang-orang tersayang kita! Jadi, sudah terjawab kan, membuat bodoh atau tidak? Jadi, yuk hindari bermain permainan online berlebihan! Itu dia penjelasan dan tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat untuk semuanya ya.

Referensi:

“https://www.kemkes.go.id/article/view/18062500003/ministry-of-health-game-addiction-is-behavior-disorder.html”>https://www.kemkes.go.id/article/view/18062500003/ministry-of-health-game-addiction-is-behavior-disorder.html

https://hellosehat.com/mental/kecanduan/main-game-online-fungsi-otak/

Related Posts

Tinggalkan Balasan